Just another Fanfiction For You – ♥ 당신을 사랑합니다 모두 ♥

After Life~ 3


Staring cast     :

  • Lee jin ki as lee jinki/Xavier Zync
  • Kim ki bum as Kim Ki Bum/ Selena Regnerad
  • Lee Taemin as lee Taemin/ Carlos Laurent
  • Cho kyuhyun as Kyuhyun/ Sixth Vender
  • Choi Sooyoung as Sooyoung/ Serenity Granzhesta
  • Im Jin Ah as Nana

❤❤❤ ♫♫♫        After Life ♫♫♫❤❤❤

“ untuk apa kau ada disini Xavier? “ ucapnya dingin

“ Sixth, aku juga akan membantu “

“ huh! Apa kau bisa meninggalkan istrimu itu? “

“ a..aku “

“ jika kau bimbang kembalilah dan jangan tunjukan wajahmu lagi, Xavier. Aku tak membutuhkan seorang pengecut “

“ SIXTH “ seseorang memanggilnya, itu carlos apa yang ia lakukan? “ nona Serenity, ia meninggalkan puri dan memakai perlengkapan perang “

“ apa yang ia pikirkan” ucap sixth segera mungkin ia kembali berlari menuju istana. Aku merasakan bumi bergoncang dan hujan batu mulai turun sedikit demi sedikit. Perasaanku sesak. Selena apa yang harus kulakukan? Kau sendirian disana. Aku melihat sekelilingku sekarang, langit berubah menjadi hitam semua orang berlarian, dimana selena? Aku tak melihatnya.

Aku kembali teringat perkataannya “ Xavier, aku berjanji akan selalu menunggumu disini “ ia masih didalam rumah??? Pikiranku kaau, ditengah panasnya suhu yang mulai meningkat aku berlari menuju jalan pulang, melewati semua orang yang berlari berlawanan arah denganku.

“ Apa yang kau lakukan ?” ucap Sixth

“ Selena, ia masih didalam rumah “ ucapku, tanpa kusadari saaking paniknya aku berpikir tentangnya aku malah meneteskan air mataku. Bisa kulihat pandangan mengejek Sixth dari sudut matanya. Pria ini, Sixth dia—

“ kau sampah Xavier, sekarang kau baru mencarinya “ ia berdiri dihadapanku sekarang dan tak memberiku celah untuk keluar dari tempat ini.

“ minggir Sixth “ ucapku, aku mendorong tubuhnya kuat kuat namun ia tak bergeming sedikitpun.

“ kau sudah terlambat Xavier “ ucapnya lemah, debu beserta bebatuan panas turun semakin banyak dan dalam rentang waktu yang sangat cepat. Tanah semakin bergoyang, aku kehilangan keseimbanganku dan aku terjatuh. Menatap Sixth, ia menatapku dengan pandangan yang bar pertama kali kulihat

“ Sixth, bagaimana jika kau ada diposisiku? Nona serenity menunggumu disana sendirian, dalam kegelapan,ketakutan dan hawa kematian yang mengecam? Apa yang akan kau lakukan sixth? “

Ia menatapku tegas, kulihat tangannya sedikit menyusup kedalam jubahnya yang panjang (?). aku bisa melihat sinar keperakan dari hadapanku, ia mencabut pedangnya dan menyodorkannya padaku?

“ Lawan aku “

“ disaat seperti ini kau masih? “ ucapku.

“ Lawan aku atau kau akan mati sia-sia “

“ Sixth,kumohon. Biarkan aku lewat, jika aku mati setidaknya aku ingin bersama Selena diakhir hidupku. Ia, menungguku sekarang “

“ tidak sebelum kau mengalahkanku “

❤❤❤ ♫♫♫        After Life ♫♫♫❤❤❤

Jin Ki POV

Ia benar benar Sixth, pandangan matanya tetap sama walaupun jaman sudah berubah. Sixth, yah dia seniorku yang sangat kubanggakan sekaligus rivalku, aku sungguh bercita-cita ingin mengalahkannya, namun sampai saat itu aku tak isa mengalahkannya. Sekarang kami bertemu kembali, aku senang akan hal ini. Namun apa maksudnya aku tak boleh mengatakan apa-apa tentang masa lalu kepad Serenity. Toh ia juga ingat semuanya. Kenapa Sixth begitu kerasnya mengatakan hal itu, kenapa ia tak mau serenity mengingatnya dengan sempurna? Segitu bencinyakah ia pada kami dan masa lalu kami. Dan lagi kenapa tiba-tiba saja ada seorng yeoja yang sangat mirip dengan selena. Hanya saja aku tak bisa merasakan kehadiran selena disana.

Aku begitu terlarut pada pikiranku, kulihat jam dinding. Jam 7 malam dan aku lapar. Secepat kilat aku turun dan menuju dapur,baru saja aku mau menyalakan kompor petir menyambar dengan kencangnya hingga aku bisa merasana sedikit getaran disekitarku, petir kembali menyambar untuk kedua kalinya dan tiba-tiba lampu padam bersamaan dengan teriak yang bisa kudengar dari atas. Astaga, Selena. Aku mencari korek didekatku dan kunyalakan lilin,secepat mungkin aku berlari menuju kamarnya. Membukanya, kulihat ia penuh dengan keringat dingin dan ia tengah meringkuk disudut kamar. Aku berjalan mendekatinya, ia menatapku dengan pandangan yang penuh dengan ketakutan. Ia menggigil.

“ PERGI, JAUH JAUH DARI KU “ teriaknya

“ Selena, ada apa? “

“ JAUH JAUH, PERGI JANGAN MENDEKAT PADAKU. PANAS “ ia terus berteriak sambil melihat lilin ditanganku yang masih menyala terang benderang. Aku sadar dengan pandangannya yang terpaku pada benda yang kubawa ini,untuk mengetesnya aku mengarahkan lilin itu mendekat padanya dan ia berteriak histeris lalu aku menjauhkan lilin itu darinya dan ia sedikit lebih tenang. Keringat dingin sudah bena benar membanjiri tubuhnya dan mukanya yang begitu pucat.

Aku meniup lilin itu hingga api menghilang dari sana, dan aku memeluk Selena dihadapanku.

“ Mianhae “

Aku ingat, Selena terkurung didalam rumah iu tanpa bisa berbuat apa-apa. Menungguku kembali, ia berjanji. Seandainya janji itu tak pernah ada. Ia tak akan terkurung disana dan mati dalam kesendirian. Aku tau saat itu, saat gunung itu memuntahkan segala isinya, ia begitu ketakutan namun aku tetap pergi dari rumah itu, ia hanya tersenyum tulus saat itu, aku begit bodoh tak menyadari kalau ia begitu takut, ia sendirian ditengah panasnya suhu saat itu, ditengah kecaman kematian yang begiu kuat. Aku memeluknya semakin erat, dan ia membalas pelukanku. OMO!!!

“ mianhae selena “

“ Xavier “ sekilas aku mendengar ia menggumamkan namaku, aku melepaskan pelukanku dan menatap wajahnya dan ternyata ia sudah kembali tertidur.

‘Xavier?’ dia menggumamkan namaku bukan barusan?

Aku menggendongnya dan membaringkannya lembut diatas kasurnya, aku mengambil selimut dan menyelimutinya, wajahnya begitu tenang sekarang. Aku berjalan menjauh namun kusadari tanganku tertahan, selena menggenggam tanganku erat. Aku tersenyum dan memilih duduk disebelahnya, menjaganya dihari badai ini, aku kembali merasa bersalah atas apa yang telah terjadi di masa lalu. Tak seharusnya aku meningalkannya, nee, jeongmal mianhae Selena-ah.

Pagi hari—

Ki Bum POV

Aku terbangun pagi ini dengan kepalaku yang sedikit terasa berat nemun entah kenapa aku begitu tenang. Aku melihat kesekelilingku. Gelap? Apa lampu masih belum menyala. Aku ingat lampu padam dan Jinki hyung—dia? Aku segera turun dari kasurku dan kulihat hyung tertidur disana dengan tenang. Astaga jadi ia menjagaku? Entah kenapa aku tersenyum melihatnya, dan sesosok bayangan langsung muncul seketika dalam pikiranku. Seorang pemuda tengah berdiri dengan senyumannya diatas bukit yang penuh dengan ilalang tinggi (?). ia tersenyum hangat dan aku menghampirinya, wajahnya tak terlihat namun entah kenapa aku merasa aku sangat dekat dengannya dari dulu dan sekarang. Kami memiliki ikatan yang kuat. Itu yang kupikirkan.

“ selena “ sebuah suara mengisi relungku. Aku hanya tersenyum kecut dan bergegas keluar dari dalam kamar ini, perutku la[ar dan aku ingat aku memang belum makan dari kemarin.

“ Selena? Kau sudah bangun? “ ucap hyung. Aku melihatnya mengucek matanya, astaga entah kenapa aku merasakan waktu sedikit berhenti

Ia berjalan kearahku. Bagaimana ini? Dan—

“ BRAKKK ” aku mendorongnya keras hingga ia nyungsup keatas kasur (*untung kasur).

“ Wae” ucapnya “ padahal semalam kau tak membiarkan aku pergi dari sisimu, selena my chagiya yang cantik~”

“ ya! Hyung kau ini benar-benar gila? “ hancur deh sudah image kerenmu yang sudah sedikit mengisi kejelekanmu dan mmembuatku sedikit berubah pikiran tentangmu. Huh!

❤❤❤ ♫♫♫        After Life ♫♫♫❤❤❤

Dirumah kediaman Choi

“ eonni bagaimana dengan baju yang ini? “ Tanya Nana pada kakaknya yang sekarang tengah duduk tertegun melihat keluar, ia hanya meghembuskan napasnya dan berjalan mendekat pada kakaknya itu dan memeluknya dari belakang “ eonni “ ucap Nana lembut dan kakanya hanya menyentuhkan tangannya diatas tangan nana dan mengelusnya lembut.

Dari luar, seorang pemuda bisa melihat kedua saudari itu tengah berpelukan. Ia melihat yeoja yang selama ini mejadi mejikannya itu, ia bisa merasakan sinar kehidupannya sedikit menghilang. Ia, yeoja itu sudah tak seceria dan enerjik seperti dulu lagi. Seandainya kecelakaan itu dan namja jelmaan Xavier itu tak muncul. Dia tak akan menjadi seperti ini. Sorot matanya begitu kosong.

“ Nona, sudah saatnya anda makan. Aku akan meyuruh pelayan membawakan makananya untukmu atau bagaimana? “ tanyaku, ia melihat kearahku dan menatapku.

“ nee, tidak usah, biar aku yang turun” sahutnya. Bahkan aku tak bisa melihat cahaya dari dalam matanya yang dulu bersinar itu. “ nana, ayo kita makan “

“ nee, eonnie “ ucap Nana lemah. Rupanya ia belum terbiasa saat kakaknya itu mulai memanggilnya dengan nama aslinya, bukan dengan nama Selena lagi. Sekarang mereka berjalan melewati Namja itu, namja itu hanya bisa melihat majikannya lelah dari balik punggungnya.

“ pada akhirnya aku memang akan selalu menjadi bawahanmu saja “ ucapnya

❤❤❤ ♫♫♫        After Life ♫♫♫❤❤❤

Author POV

“ eonnie bagaimana jika kita sedikit berjalan jalan hari ini? “

“ kau mau pergi kemana?”

“ aku ingin membeli beberapa perlengkapan sekolah dan teater. Team sekolahku akan bergabung dengan sekolah lain bulan depan karena itu aku harus mempersiapkan semuanya. Kau mau mengantarkanku eon? Atau bolehkah Kyu oppa yang mengantar? Kau juga belum sehat aku takut kau kenapa kenapa “

“ begitu yah “ ucapnya “ hum baiklah” ia kini memandang mencari sosok namja yang barusan adiknya sebutkan, jauh dilubuk hatinya soo sadar kalau adiknya itu memang sejak awal ingin bersama dengan Kyuhyun. I tahu, sudah sedah bertahun-tahun yang lalu adiknya itu menyukai namja itu. Ia kini hanya tersenyum pada adiknya yang memasang wajah seakan berkata ‘apa eonni? Kau setuju?’

“ jadi eon? “

“ aku akan meminta Kyuhyun untuk mengantarmu, kau lihat ia dimana? “

“ Molla “ geleng Nana dan Sooyoung hanya tersenyum kembali. Setelah menyelesaikan sarapannya Sooyoung bangun dari tempatnya dan mencari Kyuhyun. Ia tak berada dirumah saat soo mencarinya. Dan hanya ada satu tempat yang akan ia kunjungi jika ia tak bisa menemukannya. Soo berjalan kekamarnya dan megganti bajunya. Ia memakai orangenya dan mengambil topinya, lalu ia berjalan meuju sebuah taman. Taman yang sudah ditutup bertahun tahun lalu. Walaupun taman ini ditutup sooyoung tetap suka datang kesana. Karena, taman itulah tempat pertama kali ia bertemu dengan Kyuhyun. Disaat umurnya 5tahun. Ia dan kyuhyun berbeda dua tahun saat itu kyuhyun yang berumur 7 tahun memangilnya dengan nama Serenity, dan sekarang ia tahu alasan seorang Kyuhyun memanggilnya dengan nama Serenity. Dan ia tahu, ternyata dari dulu kyuhyun selalu ada disisinya hanya karena sebuah tugas sebagai penjaga saja, bukan ada maksdu lain.

“  Sixth “ panggilnya

“ kenapa kau ada disini? “

“ kau keluar tak memberitahuku “

“ maaf “

“ nee, gwenchana, ah bisakah kau menemani Nana? Ia ingin kau menemaninya untuk mencari barang barang perlengkapan untuk teater “ ucapnya.

“ kenapa tidak denganmu ? “

“ aku mau saja tapi kelihatannya ia lebih menyukai jika kau yang mengantarnya Sixth, karena itu tolong—“

“ Aku pengawalmu bukan pengawalnya, dan satu hal lagi namaku Kyuhyun, Cho Kyuhyun bukan Sixth? “

“ Sixth? Kau yang ingin aku memanggilmu begitu bukan? “ ucap sooyoung, Kyuhyun memandangnya tajam. Yah memang dulu ia ingin gadis itu mengingatnya lagi, mengingat masa lalunya. Namun sekarang kyuhyun benci ketika gadis itu mengucapkan nama itu.

Mugkin ini egois, kyuhyun memang ingin serenity kembali mengingatnya namun tidak sepenuhnya . kyuhyun ingin Serenity tetap melupakan kejadian sebelum mereka meninggal. Hanya saat itu.

[flashback Sixth Vender]

“ Sixth “ panggil carlos, ada apa sih. Apadahal aku sedang berhadapan dengan Xavier sekarang “ nona Serenity, ia meninggalkan puri dan memakai perlengkapan perang “

“ apa? “ aku yang mendengarnya segera mencarinya, tak perduli dengan Xavior sekarang. Huh, padahal aku ingin membuat sedikit perhitungan padanya.

Aku mencarinya, dan ia disana. Disebuah lapangan luas, ia menatap langit dan menangkupkan tangannya. Berdoa semua ini tak terjadi. Dasar bodoh, mana bisa hal itu terjadi.

“ Serenity, apa yang kau lakukan? “ ia menatapku

“ Sixth, aku berdoa pada dewa jupiter “ (*dimasa jaman Pompeii dulu mereka muja dewa dengan nama planet gitu, contohnya Aphrodite itu disana dilambangkan dengan venus*)

“ kita pergi dari sini, terlalu berbahaya disini “ ucapku, mengingat disini sangat dekat dengan gunung merapi itu. Aku menarik tangannya hingga ia berdiri dan berjalan tersaruk. Ia melepaskan tanganku dengan kasar dan berhenti berjalan.

“ biarkan aku disini Sixth “ ucapnya, aku menatapnya sekarang. Apa yang ia katakan? Ia ingin mati konyol. Setidaknya, jika bisa menyebrang dari pulau ini mereka bisa selamat, tapi apa kata gadis ini tadi? Ia ingin disini? Dia gila. Aku kembali berjalan kearahnya dan kembali menarik tangannya, tapi belum aku menyentuhnya ia sudah menjauh dariku dan berjalan membelakangiku lagi, ia berjalan menjauh.

“ Serenity, apa kau gila. Ayo pergi, jika kita melewati pulau ini kita akan selamat”

“ tidak sixth, biarkan aku disini. Jika memang aku harus mati, aku ingin mati ditanah kelahiranku, mengabdi hingga batas umurku “

“ Ya! Kumohon ayo cepat “

“ pergilah Sixth, menjauh dari sini. Selamatkan dirimu sendiri “

“ aku—“

“ jika kau tak keberatan ajaklah Selena,Xavier dan Carlos bersamamu “ ucapnya “ tugas terakhirmu dariku, setelah itu kau bebas “

TBC~

Nyangg~~ mian semuanya kalau ceritanya jadi rada ngelantur.

Maaf kalau ada yang ga senang dengan Castnya ataupun pairingan dalam FF ini. Tapi aku harap kalian akan menyukai hal ini. Dan hayo hayo bagi yang sudah baca dimohon

TINGGALKANLAH KOMEN KALIAN DISINI ^^

Yang baca tapi ga komen (*baca silent reader) kalian akan aku doakan berada disisinya dengan tenang (*loh? Ga bercanda).

Tapi, intinya yang ga komen itu tandanya kamu baca bacaan yang haram dan kalian ga menghargain FF yang sudah ditulis disini. Hehe, karena itu tolong dengan sangat sisipkan komen yah, Piissss ^^!

Gomawo,,,

Dan Mian kalau ceritanya aneh+jelek+kepanjangan

Iklan

5 responses

  1. SpecialChoiYongRa

    kerennnn…
    Critax q dach bca versi aslinya
    Sama2 kreeennn
    Lnjutanx jgn2 lama2 plzzz…
    Pnasaran bgt!!!

    November 7, 2010 pukul 10:09 am

    • okok,tnggu ya lanjutannya.hehe

      wah,kamu juga bc NG?
      bgaimana?bguskan,hehe
      *promosi mizuho kusanagi*
      eh iya,maaf y kalo dsn aku buat crtnya lompat-lompat dr komik 1 ke 3 tar br balik ke 2.hehe

      gomawo udah komen

      November 7, 2010 pukul 11:15 am

  2. i find this story in manga-ng life.mìzuho kusanagi ^^
    thanks for your comment

    November 5, 2010 pukul 11:36 pm

  3. Hey thanks for yet another nice and interesting post. Where do you find your inspiration for all this :|? – Tandarts

    Oktober 31, 2010 pukul 8:04 pm

  4. huwa akhirnya nongol juga.
    nah lu nana suka ama kyu?
    waduh .
    ayo lanjtnnya jangan lama lama dong.

    Oktober 31, 2010 pukul 2:43 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s