Just another Fanfiction For You – ♥ 당신을 사랑합니다 모두 ♥

Tears Of Heaven… [2/2]

“ soojungie… Bogoshipoyo…”

Benarkah, benarkah hari ini datang? Hari dimana aku membayar semuanya… tak akan kulepaskan

” I’m going to leave now ”
(Don’t leave)
“I’m going to come back so…”
(Liar, liar)
“No- don’t you know how much I love you?”
Can’t you show that love to me right now?
“I love you…”
Can’t we love again?

.

.

Tears Of Heaven…

Cast       :

  • Choi Min Ho
  • Jung Soo Jung (Krystal)

Genre                   : Romance, lil angst

Length                  : sepanjang cintaku pada DB5K #eaaa

Rating                   : PG 16

Author                  : Haku Rionkey (Eun Soo Shim)

Warning               : Typo(s), Bored, Alur maju-mundur jadi yang baca ayo kuuji ketelitiannya dan jangan bingung oke. Perhatikan > (tanda alur sekarang) < (alurnya flashback)

# FF ini terinspirasi dari MV dan lagu IN HEAVEN – JYJ. Lagu favo Haku, manteb bin maknyos!  Disarankan yang belum denger ataupun lihat MVnya coba deh diliat. #promosi dikit. Ceritanya ada  sedikit berbeda dengan MVnya,

.

.

.

Soojung merentangkan tangannya dan menghirup udara segar yang menerpanya. Ia terlihat cantik hari ini. Terusan putih selututnya dan topi rajutan yang ia kenakan. Membuatnya terlihat sangat manis. Ia memandang sekeliling. Menunggu seseorang yang ia tunggu datang.

Yah hanya janji untuk bersepeda bersama.

Ia mengalihkan pandangannya saat melihat sosok yang ia tunggu mendekat padanya, melambaikan tangan padanya sambil menuntun sepeda hitam miliknya.

“ Ya! CHOI MINHO! Baju apa yang kau pakai! “ ucapnya kesal saat melihat Minho datang dengan baju yang berbeda dengan yang mereka janjikan. Bukannya memakai baju warna putih ia malah datang dengan baju ketat bewarna hitamnya yang mirip dengan pakaian renang.

“ Mianhae, aku lupa mencucinya “ ucap Minho santai.

Soojung memandangnya skeptis, menatap terusan yang ia pakai sekarang dan melihat pada Minho. Merasa sedih karena lagi-lagi Minho melupakan janjinya. Ia mengerucutkan bibirnya dan mulai sedikit terisak. Sangat tidak sesuai.

“ Huwee…. Minho pabbo!”

“ Ahniya, ahniya… huts hentikan oke baby? “ ucap Minho panik sambil menatap kesekelilingnya. Takut jika seseorang melihatnya dan berfikir  ia yang membuat Soojung menangis. “ Jangan menangis Otte? Kutraktir es krim, Otthe?”

“ Jincha? “

Minho tersenyum padanya dan mengelus rambutnya lembut.

“ tentu… ne, mau?”

“ Nee… Minho-ya, I want “

.

.

“ Mashita… “ ucap Soojung girang, ia memandang Minho yang duduk disebelahnya. Sepeda mereka parkirkan tak jauh dari tempatnya duduk di taman ini. Hari yang tenang. Hanya ada mereka berdua di taman itu. Moment yang sangat jarang mereka lakukan, mengingat kesibukan Minho sebagai drectur utama di Choi Corp. “ Gomawo Minho-ah”

“ Nee… Kau senang hari ini?”

“ Euhm, nee… “

“ Soojungie…”

“ Nee?”

“ Besok malam, datanglah ke B.U.T café, jam 7 malam. Otthe? “

Soojung memandang Minho bingung “ Ada apa? “

“ Datang saja”

“ Nee, hanya saja… Kau sudah pulang dari kantor? “

“ Aku akan pulang cepat. Karena itu, datanglah…”

“ Nee, baiklah “

.

.

Soojung menatap kesal hidangan didepannya. Setengah jam yang lalu, saat ia memasuki B.U.T Café seorang pramusaji menghampirinya dan membawanya menuju meja ini. ia terkejut melihat semua makanan sudah terhidang dimeja dengan lilin kecil yang menyala. Ia terharu Minho melakukan hal ini, ia berpikir jika mungkin saja Minho sudah datang. Hanya saja, ia menunggu 30 menit setelahnya namja tampan itu belum datang juga.

Soojung menggerutu bosan, ia melihat kesekeliling berharap Minho muncul saat ini juga. Namun sosok yang ia tunggu mash belum datang. Soojung memandang jam tangannya, pukul 8.15 PM. Dan Minho belum muncul juga. Ia menghembuskan nafasnya dan memangku dagunya sambil melihat kedepannya. Jika Minho belum datang 15 menit lagi, dipastikan ia akan pulang saat itu juga.

Minho’s POV

Aku baru saja sampai di B.U.T Café, kulirik jam tanganku.

8.15

Well, aku terlambat 1 jam lewat 15 menit. Kuharap Soojung masih ada didalam sana.

Dengan cepat aku melangkahkan kakiku dan pandanganku teralih menatap sosok yeoja dengan gaun hitamnya yang membelakangiku. Aku tersenyum senang. Ia masih disini.

Aku merapikan penampilanku dan berjalan dengan santai menuju tempatnya. Duduk didepannya dan terenyum sebentar, mengambil anggur yang tersedia diatas meja. Aku menatapnya sebentar aku tahu ia kesal. Itu sangat terlihat dari matanya.

“ Kau telat “ ujarnya masih dengan wajah yang kesal. Aku hanya terkikik melihatnya dan meneguk anggurku pelan. Sesudahnya aku menatapnya dan kulihat ia berdiri sekarang, hendak pergi dari tempatnya. Baru saja ia ingin melangkahkan jalannya dan sekumpulan pemusik sudah memutarinya dan memainkan lagu klasik. Ia menatapku tak percaya.

“ Apa ini?”

“ Sekelompok pemusik “

“ Aku tahu Choi Minho hanya saja… Ya! Jangan harap karena kau menyewa semua ini aku akan memaafkanmu? “

Aku hanya kembali terkikik pelan melihat wajah bingungnya yang polos itu. Ia kembali duduk ditempatnya dan melihatku.

“ Aku punya alasan untuk keterlambatanku, “

“ Well kuharap itu bukan karena pekerjaanmu lagi”

“ ahni “

“ lalu karena apa? “

Aku melihat kepada pemusik dibelakang soojung dan memberikan mereka sinyal untuk mengganti lagu yang mereka mainkan. Saat music berganti, Soojung menatap pemusik itu tak percaya.

To be honest with you,

I like you more than you like me

And people say that’s better between a man and a woman

 

I’ll love you more, I’ll take care of you

I’ll love you forever, I’ll protect you forever

I’m thankful that, I’ve met someone like you

I want to love only you everyday

 

Will you marry me?

( Will You Marry Me – Lee Seung Gi )

Dan aku, aku merogoh sakuku mengambil kotak kecil yang dari tadi kusimpan. Membukanya dan memperlihatkannya kepadanya.

“ Will you marry me, Jung Soojung “

Menatapnya yang sekarang tengah menatapku tak percaya.

Ia menatapku dengan mata yang berkaca-kaca sambal bergumam ‘benarkah’ dan aku hanya bisa kembali terkikik melihat wajahnya saat itu. Aku menganggukan kepalaku dan menarik tangannya lembut. Mengambil cincin ditanganku dan menyematkannya di jari manisnya.

“ I Do, Minho-yah… Gomawo… “

Aku menariknya kedalam pelukanku dan mengelus kepalanya lembut. Ia menangis haru disana. Aku tersenyum lega. Semoga ini bukan mimpiku yang panjang.

‘ Tuhan, Terima kasih kau memberikanku kesempatan sekali lagi untuk memperbaikinya’

.

.

.

Soojung tersenyum puas menatap hasil karya didepannya. Lukisan namja tampan dengan senyum terbaiknya. Ia memandang sekelilingnya dan mengambil kertas pembungkus yang terletak tak jauh dari tempatnya berdiri dan membungkusnya dengan rapih.

Tersenyum saat semuanya ia selesaikan dengan baik. Ia meregangkan tangannya keatas dan berjalan menuju meja kecil. Mengambil mp4 dan headphonenya. Memasangnya ditelinganya dan berjalan kembali mengambil lukisannya dan membawanya kesuatu tempat.

Minho’s POV

Aku mengalihkan pandanganku dari layar laptop dan bahan presentasiku hari ini. Aku merasa ada sesuatu yang aku lupakan saat ini, namun secepat mungkin aku menggelengkan kepalaku berusaha untuk melupakan perasaan tak enakku.

“ Minho-ssi, sudah waktunya”

Aku mendengar asistenku memanggil, well, waktunya rapat dimulai.

Sebelum aku meninggalkan ruanganku, aku mengambil ponselku dan mecoba menghubungi Soojung. Aku ingat kami memiliki janji bertemu hari ini. Hari ini, hari jadi kami. Aku tak mau membuatnya menunggu lama karena itu aku ingin memberitahunya untuk menungguku dirumah dan jangan kemana-mana sebelum aku datang.

Aku masih setia menunggu operator menyambungkan sambunganku pada Soojung. Namun untuk kesekian kalinya telponku tak diangkat. Aku memasukan kembali ponselku saat mengingat aku harus memimpin rapat. So, dengan percaya diri aku memasuki ruang rapat dan memasang persentasiku hari ini.

( End of POV)

.

Author’s POV

Soojung melangkahkan kakinya riang dalam koridor apartement Minho. Ia menekan sandi apartement minho sebelum ia melangkahkan kakinya menuju ruang tengah Minho dan meletakan lukisannya disana. Pandangannya teralih saat melihat sesuatu diatas meja, white  Periwinkle . Ia tersenyum melihatnya, namun senyumnya hilang saat melihat bunga yang sudah layu itu. Ia mengerucutkan bibirnya kesal dan berjalan keluar apartement. Mengunjungi toko bunga tempat langganannya.

.

.

Minho mengerutkan keningnya, mengingat akan sesuatu yang membuatnya gusar saat ini. ia melihat semua audience tengah menunggunya memulai persentasinya dan ia masih belum bisa focus.

Hanya bayangan Soojung yang menatapnya dengan pandangan sayu dan wajah yang pucat menerpa ingatannya. Ia mengalihkan pandangannya kesekeliling. Ia masih berada di ruang meeting. Dan lagi, bayangan Soojung memandang langit diatasnya dengan air mata yang menetes. Minho mencengkram jarinya dipinggiran meja. Ia ingat.

7 Oktober 2011

<<<< 

“ Maaf, anda Tuan Choi?”

“ Nee… Apa yang terjadi? “

Seorang namja bernama Choi Minho, seorang namja tampan yang baru saja sukses menggelar meetingnya dan memenangkan banyak tender kerja untuk perusahaannya yang kini sedang menatap namja berjas putih dengan segala macam pertanyaan.

“ Maaf, kami tak bisa menyelamatkannya… “

“ Mworagu?”

“ Nona Jung kehilangan banyak darahnya, kami tak bisa membantumu Tuan Choi. Ia tak bisa kami selamatkan. Sekali lagi, kami minta maaf “

“ Andoe… ahniya, katakan ini semua hanya sebuah kebohongan. Nee? “ ucapnya frustasi, tak percaya dengan apa yang tengah ia dengar “ Kalian jangan bercanda!”

“ Kami minta maaf “

Minho merasakan duniarnya berputar sekarang. Gemuruh petir terdengar bersamaan dengan derasanya hujan yang membasahi bumi. Tepat, menyelimuti perasaan Minho sekarang.

“ Ahniya…”

Hanya satu yang ia pikirkan,

Seandainya ia mengangkat ponselnya pagi tadi. mungkin saja ia tak akan kehilangan Soojung. Kenapa ia harus mengacuhkannya hanya karena akan mengadakan meeting besar ini selama berhari-hari. Padahal Soojung tengah membutuhkan dukungannya sejak kemarin.

‘ Tuhan, seandinya waku bisa terulang… Biarkan aku membayar semuanya ‘

>>>> 

Soojung menghirup wangi amaranth globe ditangannya. Bunga yang sering mengundang kupu-kupu untuk mengelilinginya. Bunga yang selalu meliputi kehidupannya. Bunga kesukaannya. Bunga yang menyatukannya dengan Minho. Ia tersenyum mengingat semua yang terjadi belakangan ini.

Minho sangat perhatian akhir-akhir ini. ia kembali menjadi Minho yang sama dengan Minho yang ia kenal dulu, saat ia berada di bangku universitas.

Soojung menghentikan jalannya saat melihat lampu merah untuk para pejalan kaki. Ia kembali menatap Amaranth Globenya. Mengalihkan pandangannya ke langit cerah dan menghirup udara segarnya.

Minho’s POV

Aku berlari sekuat tenaga keluar dari kantorku menuju tempat dimana aku bisa menemukan Soojung. Jantungku berdetak cepat. Ahniya, aku tak ingin kejadian yang sama kembali terjadi. Aku mengalihkan pandanganku dan mencoba menemukan Soojung. Aku tak bisa melihatnya dan kembali berlari,

Aku menghentikan lariku saat aku melihat sosok Soojung disana. Aku tersenyum lega saat melihat sesuatu yang buruk tak terjadi padanya. Aku berjalan mendekat kearahnya, melihat ia yang mulai menyebrangi jalan.

Dari jauh aku melihat sebuah mobil melaju dengan cepat, langsung saja aku merubah jalanku. Aku berlari menujunya.

“ Ahniya, tidak lagi…”

( Minho pov End)

 

Author’s POV

I’m going to leave now
(Don’t leave)
I’m going to come back so…
(Liar, liar)
No- don’t you know how much I love you?
Can’t you show that love to me right now?
I love you…
Can’t we love again?

Soojung menjatuhkan bunga yang tengah ia pegang, menatap kaget sebuah mobil yang menghampirinya dengan cepat. Ia hendak melangkahkan kakinya pergi untuk menjauhi tempatnya namun kakinya terasa kaku. Ia tak bisa bergerak.

“ Soojungie…”

Hanya merasakan sebuah Rengkuhan kuat yang menariknya bersama…

Ckkkiiiiiitttt

.

.

<<<< 

So fast, you have already clean forgotten
the tracks of finding you have also disappeared

This last path, adheres closely to my tears
again I inch a little closer (again it’s about the same)

(I’ve also changed)
You’re not here by my side
I’m going to go now
I’m going to go
Now i’m going to follow your path
Follow an endless path
Going everywhere to find you
I’m afraid that losing her will bring sadness

Don’t go, don’t leave
can’t you remain by my side
lies, all are lies
i can’t hear anything
love you, i love you
can’t you see that from one single line
love you, i love you
will you love me again

“ Soojung-ah, percayalah… sampai kapanpun, aku akan selalu mencintaimu, hingga mau memisahkan kita… kau segalanya untukku “

“ Kau menggombal lagi Minho-ah”

“ Ahniya, aku serius… Kumohon, percayalah padaku… Saranghae…”

Menatap namja tampan dihadapannya dengan senyuman tulusnya, wel. Tanpa diucapkanpun Soojung tahu akan perasaan Minho.

“ Na do saranghaeyo, Minho-ah…”

Dibawah langit biru yang cerah serta hamparan padang bunga, Minho merengkuh Soojung mendekat padanya. Mengecup dahinya dengan sayang.

..

>>>>> 

Hanya sepasang kekasih yang kini tengah duduk dibangku kayu sambil berpegangan tangan. Memandang penuh senyum hamparan padang bunga didepannya. Dibawah langit biru cerah, menyatukan tangan mereka dengan erat.

“ Gomawo…  For teaching me the way to love…”

“ Saranghae…”

Like Amaranth Globe, kita akan selalu bersama dalam keabadian…

_ END Of Stories_

 

What The…

Waw, maaf semuanya untuk penyajian cerita yang puanjang dan membosankan.

Yang ga ngerti ayo angkat kaki!!!!!!!!!!!!!!

#Plakkk

Ga ding,

Hayo yang ga ngerti siapa, aku mau absen <?>

Mianhae semuanya untuk ceritanya yang aneh dan rumit. Yang ga ngerti ayo, salahkan Jeje yang buat konsep MV kaya begitu #loh?

Ga deng…

Baiklah semuanya yang udah baca, seperti biasa Haku menunggu RCL lengkapnya 😆

Reviews and Flamenya Diterima dengan senang hati…

Gomawo Semuanya yang udah membacanya ampe abis ampe ngantuk-ngantuk dan mikir “Ini cerita apa sih”

Haku sayang kalian semua Aficters Tercintaaahhhhhhh~~~~~~~~
See ya~

NB:

Untuk yang ga tau dan mungkin kepikiran apa maksudnya dari amaranth Glode dan Periwinkle White,

Haku mau jelasin artinya,

Amaranth Globe = bunga kecil ini bisa diartikan sebagai  cinta abadi yang tak tergantikan. Sedangkan,
Periwinkle (white) = memori yang membahagiakan , saat-saat dimana kebahagiaan menyelimuti.

Iklan

4 responses

  1. jessicaismine

    Admin,mereka berdua akhirnya ketabrak mobil ya?gak ngerti nih… -_-
    Invite in/on BBM
    PIN : 2779600F
    Email : JungFamily@Indosat.Blackberry.com
    Twitter or facebook belum punya,coz’ masih dibawah umur!!! 😦

    Desember 21, 2011 pukul 1:15 am

  2. jessicaismine

    Admin,mereka berdua akhirnya ketabrak mobil ya?gak ngerti nih… -_-
    Invite in/on BBM
    PIN : 2779600F
    Email : JungFamily@Indosat.Blackberry.com

    Desember 21, 2011 pukul 1:15 am

  3. you-youn

    waduh thor, nie cerita bener-bener bikin bingung. untung aja aku sedikt banyak bisa nangkap alur ceritanya.

    Oktober 2, 2011 pukul 6:14 am

    • Ahahaha, iya ini cerita emang bingungin. soalnya flashbackan mulu mainnya/ hehe
      mian, mian membuat bingung 😀

      Oktober 2, 2011 pukul 6:22 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s